yap cekidot langsung aja apa sih sejarahnya...
KATA “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh
lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk telaga.
Menurut mitos, nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air
yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu
bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk
melayari Ci Tarum (Sunda: Ci = Cai = Air = Sungai) dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk
menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Tahun 1896 Bandung belum menjadi kota tetapi hanya “kampung”. Penduduknya yang terdata 29.382 orang, sekitar 1.250 orang berkebangsaan Eropa, mayoritas orang Belanda.
Saat itu Bandung hanyalah desa udik yang belepotan lumpur, bahkan Jalan Braga yang kemudian melegenda di Bandung masih berupa jalan tanah becek bertahi sapi dan kuda.
Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.
Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Sebutan Bandung Lautan Api kini digunakan sebagai nama stadion bertaraf internasional di kawasan Gedebage, wilayah timur kota Bandung: Stadion Gelanggang Olahraga Bandung Lautan Api (GBLA).
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di wilayah
Jawa Barat yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat.
Kota Bandung juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia
setelah Jakarta dan Surabaya.
![]() |
| http://www.dutawisata.co.id/wp-content/uploads/2016/09/bandara-bandung-750x421.jpg |
Yuhuuu...Bandung juga punya beberapa julukan diantaranya sob :
1. Julukan Kota Kembang
Kota Bandung dijuluki Kota Kembang. Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, sejarahwan Haryoto Kunto menulis, kembang yang dimaksud ialah Kembang Dayang yang dalam bahasa Sunda sama dengan WTS
(Wanita Tunasusila) atau PSK (Pekerja Seks Komersial).
Istilah kota kembang berasal dari peristiwa yang terjadi
tahun 1896 saat Bestuur van de Vereninging van Suikerplanters (Pengurus Besar
Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula) yang berkedudukan di Surabaya memilih
Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kongresnya yang pertama.
Sebagai panitia kongres, Tuan Jacobmendapat masukan dari Meneer
Schenk agar menyediakan ‘kembang-kembang’ berupa "noni cantik"
Indo-Belanda dari wilayah perkebunanPasirmalang untuk menghibur para pengusaha
gula tersebut.
Setelah kongres, para tamu menyatakan sangat puas. Kongres
dikatakan sukses besar. Dari mulut peserta kongres itu kemudian keluar istilah
dalam bahasa Belanda De Bloem der Indische Bergsteden atau ‘bunganya’ kota pegunungan di Hindia
Belanda. Dari situ muncul julukan kota Bandung sebagai kota kembang.
![]() |
| http://jelajahnusantara.blog.widyatama.ac.id/files/2015/10/Bandung-Kota-Kembang-Paris-Van-Java-Jawa-Barat-Cibaduyut.jpg |
2. Julukan Parijs van Java
Dalam buku Otobiografi Entin
Supriatin, Deritapun Dapat Ditaklukan. Mitra
Media Pustaka. Bandung (2006) disebutkan, Bandung dikenal dengan sebutan Parijs Van Java atau Paris-nya Pulau
Jawa.
Mungkin mengira istilah itu
muncul dari keindahan kota Bandung sama dengan keindahan kota Paris. Padahal
bukan itu. Sebenarnya, istilah Parijs van Java muncul
karena pada waktu itu di Jalan Braga terdapat banyak toko yang menjual
barang-barang produksi Paris, terutama toko pakaian.
Toko yang terkenal diantaranya
adalah toko mode dan pakaian, Modemagazinj ‘au bon Marche’ yang
menjual gaun wanita mode Paris.
Ada juga restoran yang makanan
khas Paris Maison Bogerijen yang menjadi
tempat santap para pejabat dan pengusaha Hindia Belanda atau Eropa. Dari
situlah muncul julukan lain bagi kota Bandung sebagai Parijs van Java.
Itulah cerita singkat bagaimana terbentuknya dan adanya kota Bandung hingga sampai saat ini orang akan langsung mengenal julukannya.
Semoga bermanfaat dan nambah pengetahuan kita..
sampai ketemu di artikel selanjutnya..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar